PT Knitto Tekstil Indonesia – Cutting kain merupakan salah satu proses paling penting yang menjadi dasar dalam menghasilkan produk pakaian berkualitas.
Proses ini membutuhkan ketelitian dan keahlian untuk memastikan hasil potongan sesuai dengan desain dan pola yang telah dirancang. Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang cutting kain dalam industri garmen!
Pengertian Cutting Adalah
Cutting adalah proses pemotongan bahan kain sesuai dengan pola yang telah dirancang sebelumnya.
Pola ini biasanya disusun berdasarkan desain pakaian dan ukuran tertentu yang dibutuhkan dalam produksi.
Fungsi utama dari cutting kain adalah memastikan setiap bagian pakaian, seperti lengan, badan, atau kerah, memiliki ukuran dan bentuk yang sesuai dengan desain aslinya.
Proses ini dilakukan baik secara manual menggunakan gunting khusus maupun dengan bantuan mesin cutting otomatis seperti rotary cutter, straight knife, atau laser cutter.
Dalam produksi massal, cutting kain memegang peran penting karena hasil potongan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi waktu dan bahan baku. Sebaliknya, kesalahan dalam cutting kain dapat mengakibatkan pemborosan bahan atau bahkan produksi ulang.
Baca Juga: Apa Itu Sewing? Serta 10 Peralatan yang Wajib Dimiliki
6 Tahapan dalam Cutting Bahan

Proses cutting bahan bukan hanya sekadar memotong kain, tetapi terdiri dari beberapa langkah yang saling berkaitan. Setiap langkah harus dilakukan dengan cermat agar hasil akhirnya sempurna. Knittopreneurs bisa mengikuti tahap-tahap di bawah ini ya!
Pembuatan Pola (Pattern Making)
Proses ini adalah langkah awal dalam cutting kain. Pola dibuat berdasarkan desain pakaian dan ukuran yang diinginkan.
Pola bisa dibuat secara manual dengan menggunakan kertas pola atau secara digital menggunakan software desain seperti CAD (Computer-Aided Design).
Dalam proses ini, pola harus dirancang dengan akurat karena kesalahan kecil bisa memengaruhi keseluruhan produksi.
Marker Making
Marker adalah proses penyusunan pola pada kain untuk memastikan efisiensi bahan baku. Pola-pola yang telah dibuat akan diatur sedemikian rupa agar kain yang digunakan tidak berlebihan, sehingga limbah kain dapat diminimalkan.
Penyusunan marker biasanya dilakukan secara digital, terutama untuk produksi skala besar, agar lebih akurat.
Layering Kain (Spreading)
Setelah marker selesai, kain dilapisi atau ditumpuk sesuai jumlah produksi. Pada tahap ini, kain harus diratakan dengan benar untuk menghindari lipatan atau kerutan yang bisa memengaruhi hasil cutting. Alat bantu seperti mesin spreading biasanya digunakan untuk menyusun kain secara efisien.
Pemotongan Kain (Cutting)
Proses cutting kain adalah tahap utama di mana kain dipotong mengikuti pola yang sudah disusun pada marker. Ada beberapa metode cutting kain yang digunakan, seperti:
- Manual Cutting: Menggunakan gunting atau pisau khusus. Cocok untuk produksi kecil.
- Automated Cutting: Menggunakan mesin seperti laser cutter atau straight knife untuk produksi massal. Cutting harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan setiap bagian kain sesuai dengan pola. Kesalahan kecil saja bisa menyebabkan potongan tidak terpakai.
Pengecekan Hasil Cutting
Setelah kain dipotong, hasilnya diperiksa untuk memastikan semuanya sesuai pola. Pengecekan ini melibatkan pengukuran ulang dan inspeksi visual untuk menemukan cacat atau ketidaksesuaian pada hasil cutting.
Pelabelan Potongan Kain
Setiap potongan kain diberi label sesuai dengan bagian pola yang telah ditentukan, seperti “bagian lengan kanan”, “depan”, atau “belakang”. Label ini mempermudah proses assembling dan mencegah bagian kain tertukar selama proses produksi.
Baca Juga: 7 Jenis Label Baju yang Harus Kamu Tahu
Simulasi Proses Cutting Kain Menggunakan Bahan Knitto (Cotton Combed 30s)
Untuk memahami proses cutting kain secara lebih realistis, mari kita gunakan simulasi berdasarkan estimasi data dari toko bahan kaos Knitto.
Cotton Combed 30s Knitto memiliki gramasi ±140–150 gsm dengan estimasi panjang kain per 1 kg sekitar ±2,76–2,93 meter. Cotton combed 30s memiliki karakter yang ringan, halus, dan cukup stabil untuk proses cutting.
Misalnya sebuah garment atau konveksi ingin memproduksi kaos polos lengan pendek menggunakan Cotton Combed 30s Knitto, dengan pembagian ukuran sebagai berikut:
-
Size S
-
Size M
-
Size L
-
Size XL
Berdasarkan standar estimasi produksi di Knitto:
-
1 kg kain → ±7 kaos ukuran S
-
1 kg kain → ±6 kaos ukuran M
-
1 kg kain → ±5 kaos ukuran L
-
1 kg kain → ±4 kaos ukuran XL
Melalui simulasi ini, terlihat bahwa perhitungan cutting di konveksi tidak hanya berbasis meter kain, tetapi juga mempertimbangkan gramasi, efisiensi marker, dan target output kaos per kilogram kain.
7 Tips Melakukan Pemotongan Bahan dengan Rapi

Untuk memastikan hasil cutting kain menjadi akurat dan rapi, Knittopreneurs bisa mengikuti tips berikut:
Gunakan Alat yang Tepat
Pilih alat pemotong yang sesuai dengan jenis kain. Misalnya, untuk kain tebal seperti denim atau kanvas, gunakan straight knife atau mesin laser. Sedangkan untuk kain ringan seperti katun atau sifon, gunting khusus atau rotary cutter sudah cukup.
Perhatikan Ketegangan Kain
Kain yang terlalu tegang atau longgar saat pemotongan dapat menyebabkan potongan meleset dari pola. Pastikan kain diratakan dengan tekanan yang cukup dan tidak ada kerutan.
Ikuti Pola dengan Teliti
Selalu potong kain sesuai dengan garis pola. Jangan memotong terlalu jauh di luar atau dalam garis pola karena ini akan memengaruhi ukuran dan bentuk pakaian.
Gunakan Meja Cutting yang Stabil
Meja cutting yang luas, rata, dan stabil sangat penting untuk memastikan hasil potongan yang rapi. Meja yang bergoyang atau tidak rata bisa mengganggu keakuratan pemotongan.
Periksa Alat Pemotong Secara Berkala
Alat pemotong seperti gunting atau mesin cutting perlu dicek dan diasah secara rutin agar tetap tajam. Alat yang tumpul bisa menyebabkan serat kain rusak atau hasil potongan yang tidak rapi.
Latih Keterampilan Cutting
Cutting adalah tahap yang membutuhkan keterampilan yang terus diasah. Latih kecepatan dan ketelitian saat memotong kain untuk menghasilkan potongan yang konsisten.
Gunakan Sistem Ventilasi yang Baik
Saat menggunakan mesin otomatis seperti laser cutter, pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi dampak debu atau asap yang dihasilkan.
Baca Juga: Cara Membuat Baju dan Tips Produksinya dalam Jumlah Banyak, Wajib Tahu!




