Senin, Februari 16, 2026
BerandaBlogSalah Cutting Kain? Cek Simulasi Serta Tipsnya Yuk!

Salah Cutting Kain? Cek Simulasi Serta Tipsnya Yuk!

5/5 - Vote count: 90 votes

PT Knitto Tekstil Indonesia – Cutting kain merupakan salah satu proses paling penting yang menjadi dasar dalam menghasilkan produk pakaian berkualitas.

Proses ini membutuhkan ketelitian dan keahlian untuk memastikan hasil potongan sesuai dengan desain dan pola yang telah dirancang. Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang cutting kain dalam industri garmen!

Pengertian Cutting Adalah

Cutting adalah proses pemotongan bahan kain sesuai dengan pola yang telah dirancang sebelumnya.

Pola ini biasanya disusun berdasarkan desain pakaian dan ukuran tertentu yang dibutuhkan dalam produksi.

Fungsi utama dari cutting kain adalah memastikan setiap bagian pakaian, seperti lengan, badan, atau kerah, memiliki ukuran dan bentuk yang sesuai dengan desain aslinya.

Proses ini dilakukan baik secara manual menggunakan gunting khusus maupun dengan bantuan mesin cutting otomatis seperti rotary cutter, straight knife, atau laser cutter.

Dalam produksi massal, cutting kain memegang peran penting karena hasil potongan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi waktu dan bahan baku. Sebaliknya, kesalahan dalam cutting kain dapat mengakibatkan pemborosan bahan atau bahkan produksi ulang.

Baca Juga: Apa Itu Sewing? Serta 10 Peralatan yang Wajib Dimiliki

6 Tahapan dalam Cutting Bahan

Ilustrasi Tahapan Penyesuaian Saat Membuat Baju - Artikel Cutting Adalah
Ilustrasi Cutting Adalah

Proses cutting bahan bukan hanya sekadar memotong kain, tetapi terdiri dari beberapa langkah yang saling berkaitan. Setiap langkah harus dilakukan dengan cermat agar hasil akhirnya sempurna. Knittopreneurs bisa mengikuti tahap-tahap di bawah ini ya!

Pembuatan Pola (Pattern Making)

Proses ini adalah langkah awal dalam cutting kain. Pola dibuat berdasarkan desain pakaian dan ukuran yang diinginkan.

Pola bisa dibuat secara manual dengan menggunakan kertas pola atau secara digital menggunakan software desain seperti CAD (Computer-Aided Design).

Dalam proses ini, pola harus dirancang dengan akurat karena kesalahan kecil bisa memengaruhi keseluruhan produksi.

Marker Making

Marker adalah proses penyusunan pola pada kain untuk memastikan efisiensi bahan baku. Pola-pola yang telah dibuat akan diatur sedemikian rupa agar kain yang digunakan tidak berlebihan, sehingga limbah kain dapat diminimalkan.

Penyusunan marker biasanya dilakukan secara digital, terutama untuk produksi skala besar, agar lebih akurat.

Layering Kain (Spreading)

Setelah marker selesai, kain dilapisi atau ditumpuk sesuai jumlah produksi. Pada tahap ini, kain harus diratakan dengan benar untuk menghindari lipatan atau kerutan yang bisa memengaruhi hasil cutting. Alat bantu seperti mesin spreading biasanya digunakan untuk menyusun kain secara efisien.

Pemotongan Kain (Cutting)

Proses cutting kain adalah tahap utama di mana kain dipotong mengikuti pola yang sudah disusun pada marker. Ada beberapa metode cutting kain yang digunakan, seperti:

  • Manual Cutting: Menggunakan gunting atau pisau khusus. Cocok untuk produksi kecil.
  • Automated Cutting: Menggunakan mesin seperti laser cutter atau straight knife untuk produksi massal. Cutting harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan setiap bagian kain sesuai dengan pola. Kesalahan kecil saja bisa menyebabkan potongan tidak terpakai.

Pengecekan Hasil Cutting

Setelah kain dipotong, hasilnya diperiksa untuk memastikan semuanya sesuai pola. Pengecekan ini melibatkan pengukuran ulang dan inspeksi visual untuk menemukan cacat atau ketidaksesuaian pada hasil cutting.

Pelabelan Potongan Kain

Setiap potongan kain diberi label sesuai dengan bagian pola yang telah ditentukan, seperti “bagian lengan kanan”, “depan”, atau “belakang”. Label ini mempermudah proses assembling dan mencegah bagian kain tertukar selama proses produksi.

Baca Juga: 7 Jenis Label Baju yang Harus Kamu Tahu

Simulasi Proses Cutting Kain Menggunakan Bahan Knitto (Cotton Combed 30s)

Untuk memahami proses cutting kain secara lebih realistis, mari kita gunakan simulasi berdasarkan estimasi data dari toko bahan kaos Knitto.

Cotton Combed 30s Knitto memiliki gramasi ±140–150 gsm dengan estimasi panjang kain per 1 kg sekitar ±2,76–2,93 meter. Cotton combed 30s memiliki karakter yang ringan, halus, dan cukup stabil untuk proses cutting.

Misalnya sebuah garment atau konveksi ingin memproduksi kaos polos lengan pendek menggunakan Cotton Combed 30s Knitto, dengan pembagian ukuran sebagai berikut:

  • Size S

  • Size M

  • Size L

  • Size XL

Berdasarkan standar estimasi produksi di Knitto:

  • 1 kg kain → ±7 kaos ukuran S

  • 1 kg kain → ±6 kaos ukuran M

  • 1 kg kain → ±5 kaos ukuran L

  • 1 kg kain → ±4 kaos ukuran XL

Melalui simulasi ini, terlihat bahwa perhitungan cutting di konveksi tidak hanya berbasis meter kain, tetapi juga mempertimbangkan gramasi, efisiensi marker, dan target output kaos per kilogram kain.

7 Tips Melakukan Pemotongan Bahan dengan Rapi

Ilustrasi Proses Cutting dalam Industri Garmen - Artikel Cutting Adalah
Ilustrasi Proses Cutting dalam Industri Garmen – Artikel Cutting Adalah

Untuk memastikan hasil cutting kain menjadi akurat dan rapi, Knittopreneurs bisa mengikuti tips berikut:

Gunakan Alat yang Tepat

Pilih alat pemotong yang sesuai dengan jenis kain. Misalnya, untuk kain tebal seperti denim atau kanvas, gunakan straight knife atau mesin laser. Sedangkan untuk kain ringan seperti katun atau sifon, gunting khusus atau rotary cutter sudah cukup.

Perhatikan Ketegangan Kain

Kain yang terlalu tegang atau longgar saat pemotongan dapat menyebabkan potongan meleset dari pola. Pastikan kain diratakan dengan tekanan yang cukup dan tidak ada kerutan.

Ikuti Pola dengan Teliti

Selalu potong kain sesuai dengan garis pola. Jangan memotong terlalu jauh di luar atau dalam garis pola karena ini akan memengaruhi ukuran dan bentuk pakaian.

Gunakan Meja Cutting yang Stabil

Meja cutting yang luas, rata, dan stabil sangat penting untuk memastikan hasil potongan yang rapi. Meja yang bergoyang atau tidak rata bisa mengganggu keakuratan pemotongan.

Periksa Alat Pemotong Secara Berkala

Alat pemotong seperti gunting atau mesin cutting perlu dicek dan diasah secara rutin agar tetap tajam. Alat yang tumpul bisa menyebabkan serat kain rusak atau hasil potongan yang tidak rapi.

Latih Keterampilan Cutting

Cutting adalah tahap yang membutuhkan keterampilan yang terus diasah. Latih kecepatan dan ketelitian saat memotong kain untuk menghasilkan potongan yang konsisten.

Gunakan Sistem Ventilasi yang Baik

Saat menggunakan mesin otomatis seperti laser cutter, pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi dampak debu atau asap yang dihasilkan.

Baca Juga: Cara Membuat Baju dan Tips Produksinya dalam Jumlah Banyak, Wajib Tahu!

Dengan mengikuti tahap-tahap cutting kain secara sistematis dan menerapkan tips di atas, proses pemotongan kain akan berjalan lancar dan menghasilkan produk yang berkualitas.

Rekomendasi Bahan Knitto yang Ideal untuk Proses Cutting Kain

Pemilihan bahan sangat menentukan kelancaran proses cutting. Berikut beberapa bahan Knitto yang stabil dan ramah untuk proses pemotongan kain di konveksi.

• Cotton Combed 30s

Beli Kain Cotton Combed 30s Knitto Textiles sekarang!
Beli Kain Cotton Combed 30s Knitto Textiles sekarang!

Cotton Combed 30s memiliki karakter ringan dengan permukaan halus, sehingga cocok untuk kaos harian dan produksi massal.

Kain ini relatif mudah diatur saat spreading dan menghasilkan potongan yang rapi jika arah serat diperhatikan dengan baik.

Karena gramasi berada di kisaran ±140–150 gsm, proses cutting perlu dilakukan dengan ketelitian agar kain tidak bergeser, terutama saat ditumpuk.

• Cotton Combed 24s

combed 24s kain Knitto
combed 24s kain Knitto

Cotton Combed 24s memiliki gramasi yang sedikit lebih tebal dibanding 30s, sehingga lebih stabil saat dipotong.

Kain ini sering dipilih oleh konveksi karena minim melintir dan hasil potongannya cenderung konsisten. Cocok untuk produksi menengah hingga besar dengan berbagai variasi ukuran.

• Cotton Combed 16s

Combed 16s Untuk Kaos Distro
Combed 16s Untuk Kaos Distro

Cotton Combed 16s memiliki ketebalan lebih tebal dan padat, membuatnya sangat ideal untuk cutting bertumpuk.

Ketebalan kain membantu menjaga bentuk potongan tetap presisi dan tidak mudah berubah saat proses pemotongan.

Bahan ini sering digunakan untuk boxy tees atau kaos distro dengan struktur yang lebih kokoh.

• CVC (Cotton Viscose)

CVC
CVC

CVC memiliki campuran serat yang membuat kain lebih stabil dan tidak terlalu hidup seperti cotton murni. Hal ini menjadikan CVC lebih mudah dikontrol saat cutting, terutama untuk produksi dalam jumlah besar.

Risiko susut dan perubahan bentuk setelah cutting juga relatif lebih rendah.

TOKO BAHAN KAOS KNITTO BANDUNG

Jl. Kebon Jukut No. 15, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Telepon: (022) 4214962

Jl. Holis No. 35, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Telepon : (022) 20589089

TOKO BAHAN KAOS KNITTO YOGYAKARTA

Jl. HOS Cokroaminoto 162A, Yogyakarta

Telepon : (0274) 5017513

TOKO BAHAN KAOS KNITTO SEMARANG

Jl. Jenderal Sudirman No. 300 – 302, Semarang

Telepon: (024) 760-728-5

TOKO BAHAN KAOS KNITTO SURABAYA

Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No 27, Surabaya (MERR)

Telepon: (031)5937700

Official WhatsApp: 082120003035

Email : [email protected]

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

Chat Whatsapp