Mengenal Apa Itu Warna Primer, Konsep Utama dan Perbedaannya dalam Teori Warna

0
5/5 - Vote count: 56 votes

Mengenal Apa Itu Warna Primer, Konsep Utama dan Perbedaannya dalam Teori Warna – Halo Knittopreneurs! Kembali lagi dengan Minto dan pembahasan yang menarik mengenai warna. Setelah sebelumnya sempat membahas hal-hal yang harus Knittopreneurs ketahui mengenai warna sekunder, kali ini kita akan membahas konsep lainnya.

Apa Itu Warna Primer? Kenali 3 Konsep Utama dan Perbedaannya
Apa Itu Warna Primer? Kenali 3 Konsep Utama dan Perbedaannya

Yup, tak lain dan tak bukan, adalah warna primer. Warna-warna yang merupakan “dasar” dari berbagai turunan warna ini kerap dibahas dan digunakan dalam berbagai konsep, juga menjadi acuan dalam berbagai karya seni rupa. 

Tanpa berlama-lama lagi, yuk kita kupas tuntas informasi mengenai konsep utama dari teori warna ini!

Apa Itu Warna Primer?

Warna primer adalah sebuah konsep yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Sejak pertama kali ditemukan, ada beberapa definisi yang sudah dikemukakan oleh para ahli: 

  • Isaac Newton

Isaac Newton, dalam penelitiannya mengenai cahaya dan spektrum warna pada “Opticks: Or, A Treatise of the Reflections, Refractions, Inflections and Colours of Light” (1704), menemukan bahwa “putih” yang biasa kita lihat, sebenarnya terdiri dari tujuh warna berbeda yang bisa diuraikan dengan prisma. 

Meskipun penemu teori gravitasi bumi ini tidak mendefinisikan warna primer secara eksplisit, tidak dapat dipungkiri bahwa karyanya membuka jalan bagi pemahaman mengenai spektrum cahaya dan warna.

  • Johannes Itten

Johannes Itten, seorang pelukis dan teoretikus warna dari Bauhaus, mengidentifikasi tiga warna yang mendasar untuk ilmu seni rupa, yaitu: merah, biru, dan kuning. Dalam bukunya “The Art of Color,” (1961) Itten menjelaskan bagaimana warna-warna ini digunakan dalam teori warna dan seni untuk menciptakan warna sekunder dan tersier melalui pencampuran tiga warna ini.

  •  Albert Munsell

Albert Munsell mengembangkan A Color Notation (1915) untuk sistem warna Munsell yang berfokus pada tiga hal: hue, value (kecerahan), dan chroma (kejenuhan). Meskipun sistemnya lebih kompleks daripada hanya sekadar warna primer, Munsell mengakui pentingnya merah, biru, dan kuning dalam menciptakan skema warna yang lebih luas.

  • Sir James Clerk Maxwell

Sir James Clerk Maxwell, seorang fisikawan, adalah salah satu tokoh penting dalam pengembangan teori warna aditif yang menggunakan merah, hijau, dan biru (RGB) sebagai warna dasar untuk pencahayaan. Teorinya dalam On the Theory of Three Primary Colours (1861) sangat berpengaruh dalam pengembangan teknologi layar dan fotografi warna.

  • Hermann von Helmholtz

Hermann von Helmholtz mengembangkan teori penglihatan warna dalam Handbook of Physiological Optics (1867), yang berdasarkan tiga jenis reseptor di mata manusia yang peka terhadap merah, hijau, dan biru. Teori ini mendukung model RGB sebagai dasar untuk pencampuran warna dalam konteks pencahayaan.

Para ahli telah mengidentifikasi berbagai set warna primer, tergantung pada konteks penggunaannya. Dalam seni rupa, merah, biru, dan kuning sering disebut sebagai warna primer. Sementara itu, untuk pencahayaan dan teknologi digital, merah, hijau, dan biru (RGB) adalah warna dasarnya. 

Bisa disimpulkan, warna primer adalah warna dasar yang tidak bisa diperoleh dari campuran warna lain. Masing-masingnya menjadi dasar dari semua warna yang ada, memungkinkan Knittopreneurs menciptakan spektrum warna yang luas melalui kombinasi yang berbeda.

Baca Juga: Warna Outfit yang Tepat untuk Kulit Sawo Matang Agar Tampil Lebih Percaya Diri

3 Konsep Warna Primer yang Wajib Diketahui

Ada berbagai konsep, teori, dan model yang telah dikembangkan sejak pertama kali pemikiran mengenai warna muncul. Minto telah memilih 3 (tiga) yang utama, kerap dipakai pada berbagai aspek dan industri untuk banyak kepentingan:

Model Warna RGB

Model Warna RGB (Red, Green, Blue)
Model Warna RGB (Red, Green, Blue)

Pertama, ada model RGB. Konsepnya didasarkan pada bagaimana mata manusia memproses cahaya. Retina mata memiliki tiga jenis sel kerucut yang peka terhadap warna merah, hijau, dan biru. Ketiga warna ini bisa digabungkan dalam berbagai intensitas untuk menciptakan berbagai warna lain.

Teori model RGB sangat penting dalam teknologi digital seperti layar komputer, televisi, dan kamera digital. Dalam model ini, susunan warna dasarnya adalah sebagai berikut:

  • Merah (Red)
  • Hijau (Green)
  • Biru (Blue)

Pada dasarnya, RGB digunakan dalam semua perangkat yang memancarkan cahaya, seperti layar dan proyektor. Misalnya, saat melihat layar komputer, gambar yang terlihat adalah hasil dari kombinasi titik-titik merah, hijau, dan biru.

Model Warna RYB

Model Warna RYB (Red, Yellow, Blue)
Model Warna RYB (Red, Yellow, Blue)

Kedua, ada yang dinamakan model RYB. Secara garis besar, model ini sering digunakan dalam seni rupa dan pendidikan dasar tentang warna. Sebab RYB didasarkan pada teori warna tradisional yang telah digunakan oleh seniman selama berabad-abad. 

Pada konsepnya, warna-warna di bawah ini dianggap sebagai dasar dari mana semua warna lain dapat dicampurkan:

  • Merah (Red)
  • Kuning (Yellow)
  • Biru (Blue)

Ketika mencampurkan cat atau pigmen, daftar warna di atas digunakan untuk membuat warna sekunder (seperti hijau, oranye, dan ungu) serta berbagai nuansa lainnya.

Model Warna CMYK

Model Warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Key Black)
Model Warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Key Black)

Terakhir, ada model yang didasarkan pada teori warna subtraktif, di mana warna dihasilkan dengan mengurangi cahaya yang dipantulkan oleh permukaan. Modelnya menggunakan warna-warna berikut sebagai dasar untuk menciptakan berbagai warna lain: 

  • Cyan (C)
  • Magenta (M)
  • Yellow (Y)
  • Key/Black (K)

CMYK digunakan dalam semua bentuk pencetakan warna. Mulai dari buku, majalah, poster, hingga kemasan produk. Empat warnanya menjadi standar industri percetakan, karena kemampuannya untuk menciptakan spektrum warna yang luas dengan tinta.

Baca Juga: Tren Fashion Modern dengan Macam-Macam Warna Coklat, Ada Apa Saja?

Warna Additif dan Warna Subtraktif: Apa Bedanya?

Warna additif dan subtraktif adalah istilah yang sering muncul, apalagi jika Knittopreneurs bergelut di bidang seni rupa, desain, dan pendidikan. Apa sih perbedaan di antara keduanya? Lalu apa hal yang membedakan model warna primer yang tercipta dari konsepnya?

Membedakan Warna Additif dan Subtraktif
Membedakan Warna Additif dan Subtraktif

Minto coba bahas, ya!

  • Warna Additif

Warna additif (additive) adalah sistem warna yang digunakan ketika cahaya dipancarkan langsung ke mata kita, seperti pada layar komputer, televisi, dan proyektor.

Dalam sistem additif, warna-warna ini digabungkan dengan menambahkan cahaya untuk menghasilkan warna lain. Contohnya, ketika merah dan hijau dipancarkan bersama-sama, hasilnya adalah warna kuning. Ketika semua warna primer additif digabungkan dengan intensitas penuh, ketiganya akan menghasilkan cahaya putih.

  • Warna Subtraktif

Warna subtraktif (substractive) adalah sistem warna yang digunakan ketika cahaya dipantulkan dari permukaan, dan sebagian spektrum cahaya diserap oleh pigmen atau tinta. 

Dalam sistem subtraktif, warna-warna ini digabungkan dengan mengurangi (atau menyerap) cahaya untuk menghasilkan warna lain. Misalnya, saat cyan dan magenta dicampurkan, keduanya menyerap (mengurangi) sebagian besar spektrum cahaya, dan menghasilkan warna biru. Ketika semua warna primer subtraktif digabungkan, keempatnya menghasilkan warna hitam (atau mendekati hitam).

Ada juga beberapa teori warna primer yang tercipta dari kedua sistem ini, dan berikut adalah perbedaannya versi Minto:

Model Warna Warna Primer Jenis Penggunaan Cara Kerja
RGB Merah, Hijau, Biru Additif Perangkat digital Menggabungkan cahaya merah, hijau, dan biru
RYB Merah, Kuning, Biru Subtraktif Seni rupa dan pendidikan Menggabungkan cat atau pigmen merah, kuning, biru
CMYK Cyan, Magenta, Kuning, Hitam Subtraktif Pencetakan dan desain grafis Menggabungkan tinta cyan, magenta, kuning, hitam

Bagaimana Fungsi  Warna Primer dalam Berbagai Industri?

Contoh Color Wheel dan Teori Warna
Contoh Color Wheel dan Teori Warna

Teorinya yang masih dipakai dari dulu hingga sekarang, menjadikan konsep warna dasar ini memiliki aplikasi yang luas di berbagai industri. Berikut adalah beberapa contohnya: 

  • Desain Grafis

Dalam desain grafis, warna primer—merah, biru, dan kuning (untuk RYB) atau cyan, magenta, dan kuning (untuk CMYK)—digunakan untuk menciptakan kombinasi warna yang menarik dan efektif. Desainer grafis menggunakan warna-warna tersebut untuk:

    • Menciptakan Kontras dan Harmoni: Menggabungkan warna primer dengan warna sekunder dan tersier untuk menciptakan palet warna yang menarik secara visual.
    • Menarik Perhatian: Warna primer sering digunakan untuk elemen penting seperti tombol ajakan bertindak (CTA) karena sifatnya yang menonjol dan mudah dilihat.
    • Brand Consistency: Menggunakan warna primer yang konsisten dengan identitas merek untuk menjaga kohesi visual di berbagai platform.
  • Seni Rupa

Seniman menggunakan warna primer untuk menciptakan palet warna yang kaya dan bervariasi dalam karya seni, seperti:

    • Dasar untuk Mencampur Warna: Seniman menggunakan warna ini sebagai dasar untuk menciptakan berbagai warna lain dengan mencampurkannya.
    • Menciptakan Mood dan Emosi: Warna primer digunakan untuk menyampaikan perasaan dan suasana dalam lukisan. Misalnya, merah untuk energi dan kekuatan, biru untuk ketenangan, dan kuning untuk kegembiraan.
    • Eksperimen dan Inovasi: Warna-warna dasar memungkinkan seniman untuk bereksperimen dengan kontras dan keseimbangan warna dalam karya mereka.
  • Fashion

Di industri fashion, warna primer sering digunakan untuk membuat style sendiri dan mengikuti tren. Penggunaannya meliputi:

    • Koleksi Musiman: Warna-warna ini sering muncul dalam koleksi pakaian musim panas dan musim semi untuk menambah keceriaan.
    • Aksesoris dan Detail: Tas, sepatu, dan aksesoris lainnya sering diberi salah satu dari tiga warna dasar untuk menambah aksen dan keunikan pada outfit.
    • Statement Pieces: Pakaian dengan warna dasar yang mencolok digunakan untuk menarik perhatian dan membuat pernyataan mode yang kuat.
  • Branding dan Marketing

Perusahaan menggunakan warna primer dalam logo dan kampanye pemasaran untuk menarik perhatian dan menyampaikan pesan tertentu. Berikut cara penggunaannya:

    • Logo dan Identitas Visual: Banyak merek terkenal menggunakan warnanya dalam logo mereka karena sifatnya yang mudah dikenali dan mencolok.
    • Kampanye Iklan: Warna-warna ini digunakan dalam iklan untuk menarik perhatian konsumen dan membuat iklan lebih memorable.
    • Kemasan Produk: Penggunaan warna dasar pada kemasan produk membantu produk menonjol di rak dan menarik pembeli.
  • Fotografi

Dalam fotografi, warna primer digunakan untuk menciptakan komposisi yang kuat dan menarik secara visual. Berikut adalah aplikasinya:

    • Komposisi dan Kontras: Fotografer menggunakan konsep warna ini untuk menciptakan kontras dan fokus pada subjek utama dalam foto.
    • Mood dan Atmosfer: Warna-warna dasar membantu menciptakan mood tertentu dalam gambar. Misalnya, biru untuk foto dengan suasana tenang dan damai.
    • Keseimbangan Warna: Menggunakan warna dasar secara seimbang dapat menghasilkan foto yang harmonis dan estetis.
  • Desain Interior

Warna primer memiliki pengaruh besar dalam desain interior dan dapat digunakan untuk menciptakan suasana tertentu dalam ruangan. Aplikasinya mencakup:

    • Poin Fokus: Warna-warna ini digunakan untuk dinding aksen atau perabot yang menjadi titik fokus dalam ruangan.
    • Energi dan Keseimbangan: Merah digunakan untuk menambah energi, kuning untuk keceriaan, dan biru untuk ketenangan dalam ruang tamu atau kamar tidur.
    • Harmoni dan Kontras: Warna dasar dipadukan dengan warna netral untuk menciptakan keseimbangan dan harmoni dalam desain interior.

Baca Juga: Mengenal Macam-Macam Warna Sekunder dan Panduan Membuatnya

Itulah penjelasan yang bisa Minto berikan mengenai warna primer. Semoga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang Knittopreneurs punya, dan membantu untuk memahami konsepnya lebih jauh. Sampai ketemu di artikel selanjutnya!

TOKO BAHAN KAOS KNITTO BANDUNG

Jl. Kebon Jukut No. 15, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Telepon: (022) 4214962

Jl. Holis No. 35, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Telepon : (022) 20589089

TOKO BAHAN KAOS KNITTO YOGYAKARTA

Jl. HOS Cokroaminoto 162A, Yogyakarta

Telepon : (0274) 5017513

TOKO BAHAN KAOS KNITTO SEMARANG

Jl. Jenderal Sudirman No. 300 – 302, Semarang

Telepon: (024) 760-728-5

TOKO BAHAN KAOS KNITTO SURABAYA

Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No 27, Surabaya (MERR)

Telepon: (031)5937700

Official WhatsApp: 082120003035

Email : [email protected]