Memahami Gerakan Mode “Slow Fashion” yang Semakin Mendunia

0
5/5 - Vote count: 34 votes

Memahami Gerakan Mode “Slow Fashion” yang Semakin Mendunia – Kembali lagi dengan Minto, Knittopreneurs! Di tahun yang baru ini, kita bisa melihat bahwa ada kecenderungan masyarakat untuk lebih “sadar lingkungan.” Perubahan ini berlaku untuk banyak aspek, dan termasuk di dalamnya adalah fashion.

Apa Itu “Slow Fashion” dan 5 Prinsip Utamanya
Apa Itu “Slow Fashion” dan 5 Prinsip Utamanya

Minto akan mencoba memberikan insight lebih mengenai apa itu slow fashion, prinsip utamanya, dan bagaimana tren perkembangan gerakan mode ini di Indonesia. Simak terus ya!

Apa Itu Slow Fashion?

Slow fashion adalah gerakan dalam industri mode yang mengutamakan keberlanjutan, etika, dan kualitas dalam produksi pakaian. Namun, untuk memahaminya secara menyeluruh, kita perlu mengeksplorasi definisi serta prinsip dasarnya yang membedakannya dari fast fashion.

5 Prinsip Utama Slow Fashion

5 Prinsip Utama Slow Fashion
5 Prinsip Utama Slow Fashion

Berbeda dengan fast fashion, gerakan mode yang satu ini tidak hanya fokus pada tren yang berubah cepat, tetapi lebih pada penciptaan produk yang bertahan lama dan memiliki dampak lingkungan yang minimal. Berikut adalah 5 prinsip utamanya:

  • Keberlanjutan (sustainable): Slow fashion mendukung prinsip baju ramah lingkungan dengan meminimalkan dampak negatif pada lingkungan. Seperti menggunakan bahan baku alami yang berkelanjutan, proses produksi yang efisien, dan mengurangi limbah. Praktik ini sering kali diintegrasikan oleh berbagai brand untuk mendukung konsep zero waste fashion.
  • Kualitas dibanding Kuantitas: Gerakan mode ini mengedepankan produksi pakaian berkualitas tinggi yang dirancang untuk tahan lama. Dengan harapan, dapat mengurangi kebutuhan untuk terus membeli pakaian baru, dan pada akhirnya mengurangi limbah.
  • Transparansi dan Etika: Slow fashion brands, termasuk yang ada di Indonesia, menekankan pentingnya transparansi dalam semua stakeholders. Mereka berkomitmen dan memastikan semua pekerja mendapatkan upah yang adil dan bekerja dalam kondisi yang aman.
  • Dukungan untuk Pengrajin Lokal: Banyak slow fashion brand Indonesia berfokus pada pemberdayaan pengrajin lokal dan usaha kecil. Sehingga tidak hanya membantu ekonomi lokal, tetapi juga melestarikan keahlian dan budaya tradisional.
  • Konsumsi yang Bertanggung Jawab: Gerakan ini mendorong konsumen untuk menjadi lebih sadar dalam pilihan mereka, memilih pakaian yang berkualitas, dan menghindari pembelian impulsif.

Dengan mengadopsi prinsip-prinsip slow fashion, Knittopreneurs dapat berkontribusi dalam mendorong industri fashion ke arah yang lebih sustainable dan bertanggung jawab.

Perbedaan Antara Slow Fashion dan Fast Fashion

Minto sudah mencoba mengumpulkan perbedaan fast fashion dan slow fashion terutama dalam aspek produksi, distribusi, dan konsumsi. Ada apa saja, nih?

Proses Fast Fashion Slow Fashion
Produksi (+) Cepat dan biaya rendah
(-) Kualitas turun, bahan tidak ramah lingkungan
(+) Proses produksi bertanggung jawab (bahan berkelanjutan, proses etis), lebih menekankan kualitas
(-) Lebih lambat
Distribusi (+) Memenuhi permintaan secara cepat dan volume tinggi
(-) Overproduksi, excess inventory yang menjadi limbah
(+) Lebih terkendali, mengutamakan penjualan lokal dan online untuk mengurangi jejak karbon
(-) Butuh waktu lebih untuk memenuhi permintaan pasar
Konsumsi (+) Memenuhi keinginan konsumen untuk terus membeli tren terbaru
(-) Sering mengorbankan kualitas, siklus pembelian yang tidak berkelanjutan
(+) Mendorong konsumsi yang lebih sadar, membeli lebih sedikit dengan kualitas lebih tinggi
(-) Sulit mengikuti tren fashion yang cepat berubah

Pada intinya, slow fashion mengajak konsumen untuk menghargai setiap item, memperpanjang siklus hidup pakaian, dan mengurangi pembelian impulsif. Baju ramah lingkungan menjadi pusat perhatian, di mana konsumen didorong untuk memilih pakaian yang tidak hanya baik untuk mereka tetapi juga untuk planet Bumi.

Baca Juga: Sustainable Fashion vs Fast Fashion

Tren Slow Fashion di Indonesia

Bagaimana gerakan ini berkembang dan diterima dalam konteks lokal?

Pertama, dari sisi pertumbuhan brand. Di Indonesia, terdapat peningkatan brand-brand yang fokus pada keberlanjutan, juga menekankan nilai-nilai budaya dan kerajinan lokal. Misalnya seperti Sejauh Mata Memandang (Instagram: @sejauh_mata_memandang)

Sejauh Mata Memandang adalah brand slow fashion asal Indonesia yang terkenal dengan desainnya yang unik dan pemanfaatan tenun tradisional. Konsep keberlanjutan diusung melalui desain yang timeless dan penggunaan bahan yang ramah lingkungan.

Kedua, membahas kesadaran konsumen: Kesadaran tentang apa itu sustainable fashion semakin meningkat di kalangan konsumen Indonesia. Tercermin dalam pergeseran preferensi mereka, di mana lebih banyak konsumen memilih untuk mendukung brand yang berkelanjutan dan etis.

Ketiga, edukasi dan advokasi. Banyak slow fashion brands di Indonesia aktif dalam mengedukasi publik tentang perbedaan fast fashion dan slow fashion. Selain itu, juga berkampanye tentang dampak fast fashion dan manfaat dari pakaian yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Keempat, mengenai kolaborasi dan dukungan. Terjadi peningkatan dalam kolaborasi antara desainer, aktivis lingkungan, dan pemerintah untuk mendorong gerakan mode ini. Seperti pameran, workshop, dan program pendidikan yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan mendorong adopsi gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Fashion Influencers untuk Promosi Bisnismu, Ternyata Penting!

Peran Slow Fashion dalam Berbagai Aspek

Peran Slow Fashion dalam Berbagai Aspek
Peran Slow Fashion dalam Berbagai Aspek

Gerakan mode ini membawa perubahan positif dalam industri fashion dan masyarakat secara luas, seperti:

  • Mengurangi Polusi

Slow fashion adalah gerakan yang berfokus pada pengurangan jejak karbon dan limbah. Brand yang bergerak dengan mengusung prinsip berkelanjutan juga seringkali mengadopsi pendekatan zero waste fashion, yang berarti mengoptimalkan sumber daya dan mengurangi pembuangan produk.

  • Mendukung Praktik Ketenagakerjaan yang Adil

Dalam industri ini, praktik ketenagakerjaan adil sangat penting. Seperti upah yang layak, kondisi kerja yang aman, dan penghormatan terhadap hak pekerja. Prinsip mode yang makin mendunia ini memastikan bahwa standar etika ditegakkan dari pemasok hingga konsumen akhir.

  • 100% Support terhadap UMKM Lokal

Prinsip mode ini mendukung ekonomi lokal dengan memprioritaskan kerajinan tangan dan produksi skala kecil. Misalnya dengan melakukan kolaborasi bersama pengrajin lokal dan usaha kecil, yang membantu melestarikan keahlian tradisional dan mendukung komunitas lokal. Dengan cara ini, slow fashion brand Indonesia dapat membantu meningkatkan standar hidup dan mempertahankan budaya setempat.

Dengan menekankan produksi lokal dan fair trade, gerakan ini juga dapat membantu mengalihkan pengeluaran dari perusahaan multinasional besar ke bisnis lokal dan regional.

Masa Depan Slow Fashion

Dengan semakin banyaknya informasi, diharapkan akan ada peningkatan kesadaran dan penerimaan dari konsumen Indonesia. Tentunya, hal ini juga akan mendorong kemajuan teknologi dan inovasi material yang berkelanjutan. 

Mungkin akan terjadi peningkatan kolaborasi antara slow fashion brand Indonesia dengan brand internasional, yang dapat memperkaya inovasi dalam industri dan membantu memperluas jangkauan pasar untuk produk-produk lokal. Belum lagi, jika kita melihat perkembangan e-commerce dan pemasaran digital, yang memungkinkan berbagai brand lokal untuk menjangkau audiens yang lebih luas. 

Berbagai prediksi kemajuan ini sebaiknya didukung oleh pemerintah, yang bisa mengambil peran yang lebih aktif dalam mendukung gerakan mode ini. Sebab, jika kita melihat kedepan, fast fashion vs slow fashion akan menjadi topik yang semakin relevan, di mana konsumen dan brand sama-sama bergerak menuju praktik yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Mengenal Arti Unisex dan Pentingnya dalam Dunia Fashion

Saatnya beralih ke praktik konsumsi fashion yang lebih mengutamakan prinsip-prinsip yang baik bagi Bumi kita, Knittopreneurs. Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman mengenai slow fashion. Sampai ketemu di artikel selanjutnya! 

TOKO BAHAN KAOS KNITTO BANDUNG

Jl. Kebon Jukut No. 15, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Telepon: (022) 4214962

Jl. Holis No. 35, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Telepon : (022) 20589089

TOKO BAHAN KAOS KNITTO YOGYAKARTA

Jl. HOS Cokroaminoto 162A, Yogyakarta

Telepon : (0274) 5017513

TOKO BAHAN KAOS KNITTO SEMARANG

Jl. Jenderal Sudirman No. 300 – 302, Semarang

Telepon: (024) 760-728-5

TOKO BAHAN KAOS KNITTO SURABAYA

Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No 27, Surabaya (MERR)

Telepon: (031)5937700

Official WhatsApp: 082120003035

Email : [email protected]