Apa Itu Proposal Bisnis? Mengungkap Pentingnya Dokumen Serbaguna Ini

0
5/5 - Vote count: 52 votes

Apa Itu Proposal Bisnis? Mengungkap Pentingnya Dokumen Serbaguna Ini – Halo Knittopreneurs! Kali ini Minto kembali dengan bahasan yang cukup berbeda dari biasanya, yaitu mengenai bisnis. Untuk kamu yang sedang merintis usaha clothing, atau ingin belajar bisnis dengan lebih mendalam, harus banget baca artikel ini.

Memahami Proposal Bisnis dan 10 Jenisnya yang Wajib Diketahui
Memahami Proposal Bisnis dan 10 Jenisnya yang Wajib Diketahui

Sebagai salah satu yang harus dipersiapkan, baik dalam memulai atau mengembangkan bisnis, ilmu membuat proposal harus kamu kantongi dengan matang. Minto sendiri akan mencoba mengenalkan dan mengulik lebih dalam tentang topik kita yang satu ini, jadi jangan skip dan baca sampai habis ya! 

Pengertian Proposal Bisnis

Proposal bisnis terdiri dari dua kata, yaitu “proposal” dan “bisnis.” Knittopreneurs mungkin sudah mengetahui pengertian dari bisnis, atau bahkan sudah menjalankannya. Sekarang Minto mau share beberapa pendapat yang dikemukakan para ahli mengenai pengertian proposal:

Menurut Hasnun Anwar (2004), dalam bukunya Pedoman Petunjuk Praktis Karya Tulis, proposal adalah susunan rencana yang dikemas dengan apik untuk kegiatan tertentu. 

Sementara menurut Keraf (2001), dalam karyanya Komposisi: Sebuah suatu Keterampilan Berbahasa, proposal adalah saran atau permintaan kepada seseorang atau perusahaan, guna mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan.

Nah, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang jadi pedoman kita, proposal berarti rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja.

Pengertian Proposal Bisnis
Pengertian Proposal Bisnis

Jadi, apa itu proposal bisnis? Bisa disimpulkan, kalau proposal bisnis adalah dokumen tertulis yang disusun oleh individu atau pelaku bisnis, dengan tujuan mengajukan ide atau konsep bisnis kepada pihak luar, seperti investor, mitra, atau lembaga pembiayaan

Biasanya, proposal ini akan memuat gambaran komprehensif tentang rencana bisnis, atau yang sudah dijalankan tapi untuk kedepannya. Proposal akan memuat poin-poin seperti latar belakang, tujuan, strategi, analisis pasar, analisis keuangan, dan aspek penting lainnya yang relevan dengan “masa depan” proyek atau usaha yang diusulkan.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Manekin dan Pengaruh Positifnya untuk Bisnis

Fungsi dan Tujuan Proposal Bisnis

Fungsi dan Tujuan Proposal Bisnis
Fungsi dan Tujuan Proposal Bisnis

Mempelajari proposal bisnis tentunya membawa banyak keunggulan. Ada apa saja? Agar lebih mudah dimengerti, Minto coba jelaskan dengan poin-poin ya!

  • Sebagai Alat Komunikasi

Proposal yang memuat gambaran tentang bisnis ini mampu menyajikan ide atau konsep bisnis secara sistematis dan persuasif. Tujuannya, tentu untuk pihak-pihak seperti investor, kreditur, mitra, atau bahkan karyawan. Knittopreneurs bisa mengkomunikasikan visi, misi, dan nilai tambah yang diharapkan dari bisnis yang dimiliki.

  • Menjadi Alat Perencanaan

Karena memuat gambaran “masa depan” dari bisnis, tentunya proposal bisnis mampu menjadi alat perencanaan yang komprehensif. Knittopreneurs dapat merumuskan strategi, menetapkan tujuan, serta menentukan alokasi sumber daya dengan optimal.

  • Bisa Menganalisis Kelayakan Bisnis

Biasanya, jika hendak mengajukan proposal ke investor atau lembaga pendanaan, yang diperlukan adalah dokumen yang memuat studi kelayakan bisnis. Penilaian-penilaian terhadap pasar, kompetisi, kebutuhan modal, proyeksi keuangan, dan faktor risiko bisa Knittopreneurs ketahui, sehingga tindakan preventif pun bisa diambil. 

  • Membantu dalam Pengajuan Dana

Dapat dikatakan, ini adalah fungsi proposal bisnis yang paling populer, yaitu sebagai dokumen pengajuan dana. Informasi rinci tentang kebutuhan dan penggunaan dana, proyeksi keuangan, dan rencana pengembalian investasi dimuat di dalamnya, menjadi bahan pertimbangan bagi lembaga penyedia dana.

Kemudian, Apa yang Menjadi Tujuan Proposal Bisnis?

  • Pertama, untuk menggaet investor atau memperoleh pendanaan. Dokumen ini harus mampu meyakinkan pihak investor tentang potensi keberhasilan dan keuntungan yang dapat dihasilkan.
  • Kedua, untuk menyusun strategi bisnis yang efektif, termasuk penetapan target pasar, strategi pemasaran, dan operasional bisnis. 
  • Ketiga, mengidentifikasi risiko dan solusi. Misalnya, melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan studi kelayakan.
  • Keempat, untuk merinci pengembangan produk atau layanan yang akan ditawarkan, termasuk inovasi, keunggulan kompetitif, dan strategi penjualan.

Apakah Proposal Bisnis Itu Penting?

Jawabannya sangat penting. Setelah membaca fungsi dan tujuannya, mungkin Knittopreneurs juga menyadari bahwa dokumen ini sangatlah vital dalam setiap langkah pengembangan usaha. 

Pentingnya proposal bisnis terletak pada kemampuannya untuk mengkomunikasikan ide, mengidentifikasi peluang pasar, menguraikan strategi pemasaran, menjelaskan struktur organisasi, dan menyajikan analisis keuangan secara rinci. 

Semua komponen-komponen tersebut bisa membantu Knittopreneurs, tidak hanya dalam “mengenali” lebih dalam bisnis sendiri, namun juga memperluas kemungkinan untuk berkolaborasi dengan pihak lainnya.

Baca Juga: Fashion Influencers untuk Promosi Bisnismu, Ternyata Penting!

10 Jenis Proposal Bisnis Berdasarkan Fungsinya

Dilansir dari Utley Strategies dan InvestinAsia, proposal bisnis bisa dikategorikan menjadi 10 (sepuluh) jenis:

  • Proposal Investor (Investor Proposal)

Tujuan utama proposal investor dibuat adalah untuk memperoleh dukungan finansial. Bisa berupa pinjaman dari bank, dana dari mitra, atau investasi dari jaringan personal. Biasanya, bentuk proposal ini mirip dengan rencana bisnis.

  • Proposal Penjualan (Sales Proposal)

Proposal penjualan adalah dokumen yang dibuat untuk menjual produk atau layanan kepada pelanggan. Dokumen ini biasanya jadi bagian proses penjualan sehari-hari untuk kebanyakan perusahaan B2B. Dokumen ini bisa menjadi panjang (sebagai respons terhadap RFP) atau lebih singkat untuk menutup kontrak baru.

  • Proposal RFP (Request for Proposal)
Proposal RFP (Request for Proposal) yang Lazim dalam Bisnis
Proposal RFP (Request for Proposal) yang Lazim dalam Bisnis

Proposal RFP adalah proposal penjualan yang disampaikan sebagai respons terhadap Permintaan Proposal (RFP) formal. Sifatnya lebih kompetitif, karena merespons RFP berarti bersaing dengan banyak perusahaan sekaligus. 

  • Proposal Hibah (Grant Proposal)

Proposal hibah adalah kombinasi dari proposal investor dan proposal RFP, karena banyak hibah memiliki RFP formal. Tujuannya adalah untuk memperoleh dana guna melanjutkan misi organisasi. Umumnya akan diajukan pada komite evaluasi.

  • Proposal Pengantar (Executive Summary Proposal)

Proposal yang sering juga dinamakan sebagai proposal ringkasan ini, menyediakan rangkuman poin-poin utama dari proposal yang lebih luas, menjadi format yang ringkas. Sering digunakan untuk memberikan gambaran cepat tentang manfaat dan hasil dari sebuah proposal.

  • Proposal Usaha Bersama (Joint Venture Proposal)

Proposal joint venture dapat menguraikan kerja sama antara dua atau lebih bisnis untuk mendapatkan proyek atau peluang bisnis yang menguntungkan secara bersama. Isinya akan menjelaskan peran, tanggung jawab, dan pembagian sumber daya di antara mitra.

  • Proposal Tunggal (Sole Source Proposal)

Proposal tunggal diajukan ketika hanya satu penyedia layanan atau vendor yang secara unik dapat memenuhi kebutuhan klien. Biasanya mereka menekankan eksklusivitas dan kemampuan vendor untuk memberikan solusi.

  • Proposal Proyek (Project Proposal)
Proposal Proyek (Project Proposal) adalah Salah Satu Jenis Proposal Bisnis
Proposal Proyek (Project Proposal) adalah Salah Satu Jenis Proposal Bisnis

Proposal bisnis yang satu ini merujuk pada proposal internal dan eksternal untuk project baru. Biasanya akan memuat definisi project dan tujuannya, kepentingannya, siapa yang akan terlibat, dan hasil yang diinginkan. Akan diajukan pada pemimpin internal (jika internal), pembeli dan tim pengadaan (jika eksternal).

  • Proposal Studi Kelayakan (Feasibility Study Proposal)

Untuk menilai kelayakan suatu proyek, proposal ini diperlukan. Isinya akan membahas dan mempertimbangkan aspek teknis, finansial, dan operasionalnya. Proposal ini membantu para pemangku kepentingan dalam membuat keputusan.

  • Proposal Perpanjangan (Continuation or Renewal Proposal)

Dokumen ini bertujuan untuk memperpanjang atau memperbaharui proyek atau kontrak yang sudah ada. Mirip seperti dokumen evaluasi, isinya akan menekankan pencapaian dari proyek saat ini dan manfaat dari kelanjutannya.

Tips Membuat Proposal Bisnis yang Menarik

Tips Membuat Proposal Bisnis yang Menarik
Tips Membuat Proposal Bisnis yang Menarik

Untuk membuat proposal bisnis yang menarik, Knittopreneurs perlu memperhatikan berbagai aspek, Mulai dari penyusunan hingga penyajian proposalnya sendiri. Berikut beberapa tips dari Minto:

  1. Buatlah ringkasan yang menarik, bisa di bagian latar belakang atau penutup. Tulis dengan efektif dan efisien, mengenai apa yang bisa ditawarkan usaha kamu sebagai solusi dari masalah yang dihadapi klien. Ini akan membantu memberikan alasan kuat, akan mengapa proposalnya layak dibaca​​.
  2. Sertakan profil usaha yang ringkas namun informatif. Susun dengan rapi nama perusahaan, jenis usaha, tanggal pendirian, dan lokasi.  Deskripsikan struktur organisasi dan jelaskan peran serta tanggung jawab masing-masing anggota tim, untuk menunjukkan kamu punya tim yang kompeten dan terorganisir​​​​.
  3. Lalu, lakukan evaluasi risiko untuk mengidentifikasi dan memahami potensi risiko yang mungkin terjadi kedepannya. Jangan takut, mengekspos “tantangan” dari bisnis kamu tidak akan menurunkan kelayakan usahanya. Malah ini bisa menunjukkan bahwa kamu tahu risiko internal dan eksternal, serta siap menghadapinya dengan menyertakan cara mengatasi risiko tersebut​​.
  4. Sertakan Unique Selling Point (USP), atau apa yang membedakan usaha kamu dengan kompetitor? Sangat penting untuk menentukan dan mempresentasikan ini dalam proposal. 
  5. Rencana yang tersedia harus mudah dipahami. Jelaskan secara rinci langkah-langkah implementasi, cara mengelola, serta memonitor kemajuan bisnis atau proyek. Termasuk evaluasi kinerja dan penyesuaian jika diperlukan​​.
  6. Terakhir, berikan detail harga yang spesifik dan akurat. Tabel harga yang responsif dan mudah dipahami akan membantu calon klien atau investor menghitung total biaya yang diperlukan​​.
  7. Kemudian, bagian penutup dari proposal bisnis harus menyampaikan kesimpulan dan ajakan tindakan selanjutnya, sambil meninggalkan kesan positif pada pembacanya.

Baca Juga: Keunggulan dan Kekurangan Bisnis dengan Sistem Pre Order

Itulah penjelasan mengenai proposal bisnis, fungsi dan tujuannya, berbagai jenis dan tips untuk menulisnya agar menarik bagi calon investor. Semoga dapat membantu Knittopreneurs dalam memahaminya. Sampai ketemu di artikel selanjutnya!

TOKO BAHAN KAOS KNITTO BANDUNG

Jl. Kebon Jukut No. 15, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Telepon: (022) 4214962

Jl. Holis No. 35, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Telepon : (022) 20589089

TOKO BAHAN KAOS KNITTO YOGYAKARTA

Jl. HOS Cokroaminoto 162A, Yogyakarta

Telepon : (0274) 5017513

TOKO BAHAN KAOS KNITTO SEMARANG

Jl. Jenderal Sudirman No. 300 – 302, Semarang

Telepon: (024) 760-728-5

TOKO BAHAN KAOS KNITTO SURABAYA

Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No 27, Surabaya (MERR)

Telepon: (031)5937700

Official WhatsApp: 082120003035

Email : [email protected]