Apa Itu Tapestri? Mengenal Lebih Dalam Mengenai Seni Tekstil

0
5/5 - Vote count: 37 votes

Apa Itu Tapestri? Mengenal Lebih Dalam Mengenai Seni Tekstil – Dalam suatu jenis karya kerajinan tangan, ada banyak sekali jenisnya, salah satunya yaitu karya kerajinan tenun Tapestri. Hasil produknya sering menjadi salah satu unggulan yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Untuk membuat suatu produk tekstil dengan Tapestri, teknik tenun yang diterapkan bermacam-macam. Pada artikel ini Minto akan menjelaskan lebih lengkap mengenai semua yang Knittopreneurs perlu ketahui.

Apa Itu Tapestri Mengenal Lebih Dalam Mengenai Tapestri
Apa Itu Tapestri? Mengenal Lebih Dalam Mengenai Seni Tekstil

Apa Itu Tapestri?

Tapestri adalah sebuah teknik untuk menghasilkan sebuah karya tekstil dengan cara menenun benang. Kain yang dihasilkan akan dibuat secara silang antara benang lungsi dan benang pakan yang letaknya tegak lurus satu sama lain. Kata Tapestri sendiri diambil dari bahasa Perancis tapiesserie yang berarti penutup lantai sesuai dengan kegunaannya pada zaman dahulu.

Memahami Sejarah Tapestri

Salah satu catatan tertua tentang tapestri adalah dalam bentuk fragmen kain dari Mesir Kuno, sekitar tahun 1500 SM. Teknik ini melibatkan tenun manual untuk menciptakan gambar dan pola pada kain.

Lalu, tapestri menjadi populer di Yunani dan Roma Kuno, di mana mereka digunakan tidak hanya sebagai hiasan dinding, tetapi juga sebagai selimut, tirai, dan bahkan pakaian.

Kemudian, pada abad pertengahan, terutama di Eropa Barat, tapestri berkembang menjadi bentuk seni yang rumit dan terperinci. Kota-kota seperti Arras di Prancis dan Bruges di Belgia menjadi pusat produksinya yang terkenal.

Puncak popularitas dan kecanggihan ‘tapiesserie’ ada di zaman renaissance. Karya seni ini sering digunakan untuk menceritakan kisah-kisah dari Alkitab, mitologi, sejarah, atau adegan perburuan. Workshop terkenal di Belgia dan Prancis menghasilkan kain tenun yang sangat terperinci dan artistik.

Dapat dikatakan, bahwa salah satu seni tekstil ini telah menjadi bentuk ekspresi artistik dan kreatif, dengan banyak seniman menggunakannya untuk menciptakan karya seni kontemporer. Tapestri modern sering kali menggabungkan berbagai bahan dan teknik, berbeda dari versi tradisional yang lebih fokus pada tenun wol.

Alat dan Bahan Tenun Tapestri

Alat dan Bahan Tenun Tapestri
Alat dan Bahan Tenun Tapestri

Untuk membuat suatu karya tenun Tapestri membutuhkan beberapa peralatan dan bahan. Bahan utama yang digunakan dapat berupa benang sulam, benang wol dan masih banyak benang lainnya. Yuk, kita mulai bahas satu-persatu!

1. Benang Tenun. Benang Tenun merupakan komponen utama yang digunakan. Benang tenun dapat berupa benang Wol, Kapas, Linen, atau bisa juga menggunakan bahan sintetis, tergantung pada tekstur dan tampilan yang diinginkan. 

2. Jarum. Seni tekstil ini membutuhkan jarum khusus, yang berguna dalam proses penenunan, terutama untuk menenun desain yang lebih detail atau rumit.

3. Kayu Spanram. Kayu Spanram adalah bingkai utama tempat benang akan diikat dan ditenun. Spanram biasanya berbentuk persegi atau persegi panjang, tergantung pada ukuran hasil akhir yang diinginkan.

4. Stik Es Krim. Stik ini bisa digunakan sebagai alat bantu untuk menenun. Stik es krim cukup tipis dan lebar, sehingga membuatnya ideal untuk memegang dan memandu benang saat ditenun.

5. Batang Kayu Sumpit. Batang sumpit dapat digunakan sebagai shuttle atau alat untuk membawa benang melewati warp (benang tegak pada tenun tapestri). Sumpit yang tipis dan panjang memudahkan penenun untuk melewati benang dengan rapi.

6. Gunting. Gunting sangat penting untuk memotong benang sesuai panjang yang diinginkan, baik saat memulai maupun menyelesaikan bagian tertentu dari kain tenunan.

7. Sisir. Sisir digunakan untuk merapikan dan menekan benang yang baru ditenun, membantu menciptakan penampilan yang rapi dan seragam.

8. Pewarna Benang. Jika ingin membuat tapestri dengan warna yang bervariasi, maka bisa menggunakan pewarna benang. Pewarna benang dapat memberikan lebih banyak variasi dan kreasi warna yang unik. 

9. Pola atau Desain. Sebelum memulai, penting untuk memiliki pola atau desain tapestri. Pola atau desain bisa berupa sketsa sederhana atau desain yang lebih rumit. Pola membantu dalam mengatur kerja tenun dan memastikan hasil akhir sesuai harapan.

10. Penggaris atau Meteran. Alat ukur seperti penggaris atau meteran ini penting untuk memastikan dimensi dan penempatan benang yang akurat.

Baca Juga : Mengenal Kain Primis Untuk Pembuatan Batik Tulis

Cara Membuat Tenun Tapestri

Cara Membuat Tenun Tapestri
Cara Membuat Tenun Tapestri

Membuat karya tenun dengan teknik tapestri adalah proses yang saling memadukan antara kreatifitas artistik dengan keterampilan kerajinan tangan. Berikut adalah langkah-langkah lengkap untuk membuat karya tenun:

1. Persiapan Alat dan Bahan

  • Siapkan kayu spanram sebagai bingkai.
  • Kumpulkan alat lain seperti stik es krim, batang kayu sumpit, gunting, sisir, jarum khusus, dan penggaris atau meteran.
  • Pilihlah benang tenun. Benang tenun yang digunakan bisa diatur sesuai keinginan seperti seperti Wol, Kapas, atau sintetis.

2. Menyiapkan Warp

  • Pasang benang warp (benang yang ditarik secara vertikal) pada spanram. Benang ini harus cukup kuat dan paralel.
  • Gunakan penggaris untuk memastikan jarak antar benang warp seragam.

3. Merencanakan Desain

  • Buat atau pilih pola atau desain Tapestri yang ingin dibuat.
  • Tentukan skema warna dan urutan benang yang akan digunakan.

4. Memulai Penenunan

  • Mulailah menenun dari bagian bawah spanram.
  • Gunakan batang kayu sumpit atau stik es krim sebagai shuttle untuk memudahkan melewati benang pakan (horizontal) melalui warp.
  • Ikuti pola desain yang telah dibuat dan ganti warna benang sesuai kebutuhan.

5. Menenun Desain

  • Gunakan jarum khusus untuk area yang lebih detail dan rumit.
  • Pastikan untuk menekan benang pakan ke bawah setelah setiap beberapa baris menggunakan sisir untuk menciptakan kerapatan yang seragam.

6. Mengatur Ketegangan

  • Perhatikan ketegangan benang selama proses penenunan. Benang tidak boleh terlalu longgar atau terlalu ketat.

7. Mengakhiri dan Memotong Benang

  • Setelah mencapai akhir desain, ikat atau simpul benang dengan rapi untuk mengakhiri tenun.
  • Potong sisa benang yang tidak diperlukan dengan gunting.

8. Finishing

  • Lepaskan tapestri dari spanram dengan hati-hati.
  • Jika perlu, lakukan finishing tambahan seperti merapikan ujung-ujung benang atau menambahkan backing.

Baca Juga : 10 Jenis Bahan Serat Alam Beserta Karakteristiknya

Contoh Pemanfaatan Tapestri

Pemanfaatan Tapestri
Pemanfaatan Tapestri

Terkait dengan pemanfaatannya dalam kehidupan, karya Tapestri dahulu banyak dipergunakan sebagai penutup lantai, permadani dinding, pembungkus mebel serta penghalang antara 1 ruangan dengan ruangan lain. Namun sekarang, hasilnya banyak juga digunakan untuk dekorasi dinding dan barang-barang interior rumah seperti taplak meja, hiasan dinding dan keset kaki.

Baca Juga : 7 Kelebihan Kain Tenun dan Kegunaannya

Kesimpulan

Tapestri merupakan sebuah teknik untuk menghasilkan sebuah karya tekstil dengan cara menenun benang. Hasil produknya banyak digunakan untuk dekorasi dinding dan barang-barang interior rumah seperti taplak meja, hiasan dinding dan keset kaki. Membuat karya tenun dengan teknik ini merupakan proses yang saling memadukan antara kreatifitas artistik dengan keterampilan kerajinan tangan.

TOKO BAHAN KAOS KNITTO BANDUNG

Jl. Kebon Jukut No. 15, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Telepon: (022) 4214962

Jl. Holis No. 35, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Telepon : (022) 20589089

TOKO BAHAN KAOS KNITTO YOGYAKARTA

Jl. HOS Cokroaminoto 162A, Yogyakarta

Telepon : (0274) 5017513

TOKO BAHAN KAOS KNITTO SEMARANG

Jl. Jenderal Sudirman No. 300 – 302, Semarang

Telepon: (024) 760-728-5

TOKO BAHAN KAOS KNITTO SURABAYA

Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No 27, Surabaya (MERR)

Telepon: (031)5937700

Official WhatsApp: 082120003035

Email : [email protected]