Panduan Menyusun ‘Bekal’ untuk Mulai Kehidupan Freelance Impian, Cek Yuk!

0
5/5 - Vote count: 52 votes

Panduan Menyusun ‘Bekal’ untuk Mulai Kehidupan Freelance Impian, Cek Yuk! – Halo Knittopreneurs! Setelah membahas apa itu freelance di artikel sebelumnya, kali ini Minto mau mengajak Knittopreneurs yang tertarik untuk memulai sebagai pekerja lepas membahas ‘bekal’ utama dari seorang freelancer.

3 Kunci Sukses Freelancer Pemula CV, Portofolio, dan Skill
3 Kunci Sukses Freelancer Pemula CV, Portofolio, dan Skill

Yup, tak lain dan tak bukan, adalah CV atau daftar riwayat hidup dan portofolio. Tidak hanya itu, Minto juga akan mencoba membahas skill set yang perlu kamu miliki sebagai seorang freelancer. Simak baik-baik, ya.

Mengenal CV, Portofolio, dan Skill Set untuk Freelancer

Sebelum masuk kepada pembahasan ketiganya, mungkin Knittopreneurs ingin tahu mengapa ketiga hal ini dikatakan sebagai ‘kunci sukses’ dalam menjadi seorang freelancer. Alasan utamanya adalah, karena elemen-elemennya saling terkait dan memperkuat satu sama lain. 

CV memberikan gambaran menyeluruh tentang latar belakang dan kualifikasi seorang freelancer, portofolio memberikan contoh konkret dari keterampilan yang tercantum dalam CV, dan skill set menjadi dasar untuk semua hal tersebut. 

Tanpa satupun dari ketiga elemen ini, jika Knittopreneurs adalah seorang freelancer, kemungkinan besar akan kesulitan untuk meyakinkan calon klien tentang kemampuan dan kecocokan skill Knittopreneurs dengan project yang akan diambil. 

Maka dari itu, memiliki CV, portofolio, dan skill set yang kuat merupakan bekal yang sangat penting bagi seorang freelancer untuk berhasil dalam karirnya.

Baca Juga: Mengupas Di Balik Tren Kerja Remote Yang Saat Ini Kian Populer Di Indonesia

CV (Curriculum Vitae) atau Daftar Riwayat Hidup

CV (Curriculum Vitae) atau Daftar Riwayat Hidup
CV (Curriculum Vitae) atau Daftar Riwayat Hidup

Nah, kita masuk kepada pembahasan pertama, yaitu CV (Curriculum Vitae) atau yang sering juga ditulis sebagai daftar riwayat hidup. CV (Curriculum Vitae) adalah gambaran yang menyeluruh tentang pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan seorang individu. 

CV membantu menunjukkan tingkat profesionalisme dan keseriusan seorang freelancer dalam menjalankan karir. Tidak hanya tentang daftar pekerjaan dan pendidikan, namun juga menggambarkan keterampilan yang dimiliki dan bagaimana penerapannya dalam konteks pekerjaan freelance.

CV Seperti Apa yang Bisa Dipakai oleh Seorang Freelancer?

Ada beberapa jenis CV yang dapat digunakan oleh seorang pekerja lepas (freelancer). Namun yang umum digunakan, adalah CV ATS (Applicant Tracking System) dan CV kreatif. Perbedaan antara keduanya, kira-kira sebagai berikut:

  • CV ATS (Applicant Tracking System)

CV ATS didesain untuk melewati filter otomatis yang digunakan oleh perusahaan atau platform perekrutan untuk menyaring kandidat berdasarkan kata kunci dan kriteria tertentu. Biasanya memiliki format yang lebih tradisional dan sederhana, fokus pada konten yang terstruktur dengan baik dan relevan untuk pekerjaan yang dituju. Sekaligus, juga menggunakan kata kunci yang sesuai dengan posisi atau industri tertentu.

  • CV Kreatif

Di sisi lain, CV kreatif memberikan kesempatan kepada seseorang untuk menonjolkan kreativitas dan ‘style’ yang dimiliki, melalui desain dan presentasi yang unik, menarik dan inovatif. Biasanya akan memperlihatkan elemen-elemen seperti grafik, ilustrasi, atau multimedia dari karya terbaiknya. Dan CV dengan kategori ini menggunakan format dan layout yang lebih.

Untuk posisi yang melibatkan pekerjaan atau industri kreatif, CV kreatif mungkin lebih sesuai, sementara untuk posisi yang memerlukan pemindaian oleh sistem ATS, CV ATS mungkin lebih efektif.

Hal-Hal yang Ada Pada CV (Curriculum Vitae)

Berikut adalah susunan atau format yang biasanya ditulis dalam CV seorang Freelancer:

  • Informasi Kontak: Berisi informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat tempat tinggal, nomor telepon, dan alamat email freelancer. Tujuannya adalah untuk memudahkan kontak dengan klien atau perekrut.
  • Ringkasan Profesional (Summary): Merupakan profil dan tujuan karir freelancer yang ditulis secara ringkas. Umumnya tentang spesialisasi, keterampilan utama, dan komitmen untuk memberikan hasil terbaik.
  • Pendidikan: Pendidikan formal yang dimiliki, seperti gelar dan institusi pendidikan yang diikuti. Biasanya disertai dengan tahun lulus.
  • Pengalaman Kerja: Daftar pengalaman kerja sebelumnya yang relevan dengan bidang atau industri yang dituju. Biasanya mencakup nama perusahaan, posisi, tanggal mulai dan berakhir, serta tanggung jawab utama dan pencapaian. Jangan lupa mengurutkannya dari yang paling baru ya, Knittopreneurs.
  • Keterampilan: Mencakup keterampilan teknis dan soft skills yang dipunyai. Keterampilan teknis berupa keahlian spesifik yang relevan dengan pekerjaan yang dituju, sedangkan soft skills mencakup kemampuan interpersonal dan manajemen seseorang.
  • Referensi: Bagian ini bersifat opsional, berisi nama, jabatan, dan informasi kontak dari orang-orang yang dapat memberikan referensi tentang kinerja dan karakter sang penulis CV. Biasanya disertakan jika diminta oleh klien atau perekrut.

Portofolio untuk Freelancer

Portofolio untuk Freelancer
Portofolio untuk Freelancer

Kemudian yang kedua, portofolio adalah wujud nyata (berupa hasil karya yang sudah dipublikasikan atau pernah dibuat) dari keterampilan dan pengalaman yang tercantum dalam CV. 

Portofolio berisi contoh-contoh pekerjaan yang telah dilakukan seseorang, seperti project yang telah dijalani sebelumnya, hasil karya, atau sampel tulisan. Portofolio memungkinkan calon klien atau perekrut untuk melihat langsung hasil kerja Knittopreneurs, dan mengevaluasi kualitas dan kecocokannya dengan kebutuhan. 

Dengan demikian, portofolio menjadi alat yang sangat penting dalam membangun kepercayaan dan meyakinkan klien potensial tentang kemampuan Knittopreneurs.

Portofolio Seperti Apa yang Bisa Dipakai oleh Seorang Freelancer?

Berbeda dengan CV yang memiliki ‘pakem’ tertentu dalam pembuatannya, portofolio sifatnya lebih bebas dan tidak terikat pada struktur tertentu. Persamaan isinya antara satu sama lain hanya terletak pada bagian awal. Karena akan berisi perkenalan, riwayat pendidikan singkat, juga pengalaman kerja dan tools yang bisa digunakan oleh penulisnya. Sisanya akan tergantung pada karya yang dimiliki atau ingin ditampilkan.

Hal-Hal yang Ada Pada Portofolio

Setiap jenis portofolio memerlukan pendekatan yang berbeda dalam penyusunannya. Minto sudah mencoba membagi penjelasannya menurut kategori industri untuk Knittopreneurs:

  • Desain Grafis dan Seni Visual: Bisa berisi desain logo, ilustrasi, kemasan produk, brosur, poster, dan desain web.
  • Penulisan dan Konten Kreatif: Contoh isinya seperti artikel, blog post, konten media sosial, naskah, iklan teks, konten website.
  • Pengembangan Web dan Aplikasi: Misalnya desain UI/UX, mockup website, pengembangan frontend dan backend, aplikasi mobile.
  • Fotografi dan Videografi: Fotografi potret, foto produk, fotografi pernikahan, video promosi, video dokumenter.
  • Pemasaran Digital dan Media Sosial: Hasil digital campaign, strategi pemasaran konten, manajemen media sosial, analisis data. Untuk membuatnya, Knittopreneurs bisa menggunakan tools tambahan yang dapat membantu. Seperti Google Analytics, Facebook Ads Manager, Instagram Insights, Hootsuite, atau SEMrush.
  • Desain Interior dan Arsitektur: Desain ruang hunian, desain kantor, tata letak, desain eksterior, desain renovasi. Knittopreneurs bisa memanfaatkan hasil dari software AutoCAD, SketchUp, Adobe Photoshop, dan lain-lain.
  • Pendidikan dan Pembelajaran Online: Bisa berupa silabus materi pembelajaran, modul kursus, tutorial video, desain pembelajaran interaktif yang pernah dibuat.

Baca Juga: Panduan Lengkap Mengenai Bisnis Digital, Peluangnya Makin Besar!

Skill Set yang Diperlukan Freelancer

Skill Set yang Diperlukan Freelancer
Skill Set yang Diperlukan Freelancer

Terakhir, skill set adalah fondasi dari CV dan portofolio seorang freelancer. Seperti yang sudah disinggung pada pembahasan di atas, skill set mencakup keterampilan teknis dan soft skills yang dimiliki oleh seorang individu. 

Keterampilan teknis, seperti kemampuan desain grafis, penulisan, atau pengembangan web, merupakan keahlian yang konkret dan dapat diterapkan dalam konteks project freelance. 

Sementara itu soft skills, seperti kemampuan komunikasi, manajemen waktu, dan kepemimpinan, juga sangat penting dalam membangun hubungan dengan klien dan menjaga reputasi secara profesional.

Tips Membuat CV untuk Freelancer Pemula

Perhatikan hal-hal ini jika Knittopreneurs ingin memulai kerja freelance!

  • Pastikan CV ringkas dan hanya memuat informasi yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Hindari menyertakan detail yang tidak perlu atau tidak terkait dengan target.
  • Soroti keahlian dan pengalaman yang paling relevan dengan pekerjaan freelance yang diinginkan. Jika Knittopreneurs baru memulai, sertakan proyek atau pengalaman sebelumnya yang dapat menunjukkan kemampuan dan minat Knittopreneurs dalam bidang tersebut.
  • Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti. Hindari penggunaan frasa yang terlalu teknis atau jargon yang mungkin tidak dimengerti oleh semua orang.
  • Pastikan informasi kontak, seperti alamat email dan nomor telepon, mudah ditemukan di CV. 
  • Pilih template CV yang bersih dan profesional. Hindari template yang terlalu ramai atau terlalu mencolok.

Tips Membuat Portofolio untuk Freelancer

Untuk portofolio, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

  • Pilih karya-karya terbaik yang mencerminkan kemampuan dan keahlian Knittopreneurs, dan tampilkan dengan jelas. Pastikan karya-karya tersebut beragam dan mencakup berbagai jenis project yang telah dijalankan.
  • Jelaskan hasil yang dicapai dari setiap project yang telah dilakukan. Sertakan informasi mengenai tujuan, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana Knittopreneurs berhasil mengatasi tantangan tersebut.
  • Jika memungkinkan, sertakan testimoni atau rekomendasi dari klien sebelumnya. Testimoni ini dapat memberikan bukti nyata tentang kepuasan klien dan kualitas pekerjaan Knittopreneurs.
  • Sesuaikan portofolio dengan target pasar Knittopreneurs. Jika Knittopreneurs berfokus pada industri tertentu atau jenis proyek tertentu, pastikan portofolio mencerminkan hal itu.

Tips Memanfaatkan Online Marketing Channels untuk Freelancer

Tips Memanfaatkan Online Marketing Channels untuk Freelancer
Tips Memanfaatkan Online Marketing Channels untuk Freelancer

Online Marketing Channels adalah cara yang ideal untuk memasarkan juga menawarkan jasa seorang freelancer. Minto menganjurkan Knittopreneurs memakai platform seperti sosial media, Blog, dan digital channel lainnya dalam mempromosikan diri. Lalu, Knittopreneurs juga bisa mengikuti tips-tips tambahan berikut:

  • Pilih Platform yang Tepat

Knittopreneurs perlu memilih platform yang sesuai dengan bidang pekerjaan dan di mana target audiensnya berada. Misalnya seperti sosial media, secara umum LinkedIn digunakan untuk kepentingan profesional, dan Instagram untuk mengunggah portofolio kreatif.

  • Konsisten dalam Mengunggah Konten

Konsistensi dalam mengunggah konten berkualitas akan membantu Knittopreneurs membangun branding diri sendiri, dan menarik minat calon klien. Update secara rutin tentang pekerjaan, project, atau tips terkait bidang pekerjaan.

  • Berinteraksi dengan Audiens

Respon cepat terhadap komentar dan pesan akan menunjukkan profesionalisme Knittopreneurs dan membantu membangun hubungan dengan calon klien. Pertimbangkan juga untuk mengadakan sesi tanya jawab atau webinar untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

  • Gunakan Hashtag yang Relevan

Penggunaan hashtag yang relevan bisa meningkatkan kemungkinan konten Knittopreneurs lebih mudah ditemukan oleh calon klien yang sedang mencari jasa freelance. Pastikan untuk menggunakan hashtag terkait dengan bidang pekerjaan dan keterampilan Knittopreneurs.

Baca Juga: Cara Menentukan Target Market Terbaik

Sekian dulu pembahasan mengenai CV, portofolio, dan skill set yang harus dimiliki seorang freelancer. Semoga artikel ini dapat membantu!

TOKO BAHAN KAOS KNITTO BANDUNG

Jl. Kebon Jukut No. 15, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Telepon: (022) 4214962

Jl. Holis No. 35, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Telepon : (022) 20589089

TOKO BAHAN KAOS KNITTO YOGYAKARTA

Jl. HOS Cokroaminoto 162A, Yogyakarta

Telepon : (0274) 5017513

TOKO BAHAN KAOS KNITTO SEMARANG

Jl. Jenderal Sudirman No. 300 – 302, Semarang

Telepon: (024) 760-728-5

TOKO BAHAN KAOS KNITTO SURABAYA

Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No 27, Surabaya (MERR)

Telepon: (031)5937700

Official WhatsApp: 082120003035

Email : [email protected]